Minggu, 18 Agustus 2013


TITIP RINDU BUAT AYAH
                Dulu  waktu aq masih kecil aq sangat bahagia,bersama ayah ibu dan adik kecilku,,,,,,,ayah sering bercerita di bawah pohon jambu yang rindang di depan rumahku,pada musim berbuah aq dan adekku berlomba-lomba menghabiskan paling banyak dan berahir padasakit perut,ibu sering marah-marah padaku karna tidak menjaga adek dengan baik sebab adekku sering di gigit serangga,dan adekku selalu membela aq karna ia senang main denganku,ayah hanya tersenyum dari jendela ketika ibu mencubitku.namun aq sangat bahagia biarpun seprti itu
                Malam hari ibu membuatkan teh untuk  ayah dan mereka asyik mengobrol,aq mengajari adekku membaca.begitulah selalu keluarga kecil yang aku miliki,kebahagian yang tak pernah terukur.namun kebahagian itu tak berjalan lama waktu seakan menempatkan kami pada peristiwa yang menyedihkan dan kebahagian pun pelan-pelan mejauh.berawal dari ketika ibu sakit  keras,,malam-malam kami membawanya ke puskesmas yang tidak begitu jauh dari rumahku.aq tidak begitu tau penyakit ibuku apa,namun aq melihat ibu sangat kesakitan dan wajahnya pucat sekali.ayah sangat cemas berhari-hari ibu terbaring seakan tak bisa berbuat apa-apa,hanya sesekali memanggil namaku,sally,,sally  suaranya melemah,iya  bu ada apa,bagaimana dengan adekmu Ryan   sudah makan,maaf ya nak ibu belum belum cukup kuat jadi kamu harus lebih repot merawat adek.iya bu aq mengerti,ibu istirahat aja ga usah banyak mikir nanti ibu makin lemah,ryan adekku kayaknya mendengar pembicaraan kami,ia datannng dan memeluk mama dan memaksa untuk tiddur sama ibu.
                Beberapa hari kemudian sakit ibu ku makin parah,dan makin kurus aja,ayah pusing cari uang untuk biaya berobat,hingga   senja yang hangat katika matahari dah mulai tenggelam,ibu memanggil namaku,adekku serta ayah,I bu ku berkata ibu cape,,sally padamu ibu berharap banyak jaga adekmu baik-baik aq merasa tak dapat lagi menjaganya.aq menangis tersedu-sedu mungkin ini saat-saat terahir ibu.Ryan jangan nakal ya nakku  ibu akan pergi sangat lama dan sangat jauh jadi kau harus baik2,ibu apa aq tak bisa ikut kata ryan seperti memohon,,ga nakku kamu harus melindungi ayah agar tak sakit sprit ibu ya nakku,adekku seperti mengerti perkataan ibu ku ia hanya menagis dan berkata aq  akan sanngat merindukan ibu,hmmmmmmmmkita asal kamu baik kita kelak akan ketemu,kata ibuku menghibur,ayahku dari tadi hanya terpaku dan membisu.ayah maaf aq tak bisa membesarkan anak-anak kita ,ayah harus janji akan lebih kuat lagi dan berjuang untuk sally dan ryan kita,ayah hanya mengangguk….
                Beberapa hari kami  sangat berkabung setelah pemakaman ibu,aq sangat khwatir denngankeadaan adekku,takut  ia kan bertanaya kapan ibu datang,sementara ayah ku sangat terpukul atas kejadian ini dan aq bisa melihat kesedihan yang mendalam di matanya,ia sering berdiri,baru duduk lagi berjalan mondar mandir,sampai suatu hari ia berteriak keras kau kejam kau tinggaalkan kami,bukan kah aq dah bilang kamu ga boleh pergi duluan.
Malam berikutnya ia mabuk dan pulang kerumah tergopoh2 kami benar-benar rapuh setelah kepergian ibu.pagi2 aq bangun masak serapan dan membuatkan secangkir kopi buat ayah,yah bentar lagi sally berangkat kesekolah bareng adek,ayah jangan lupa serapan klo ayah belum kuat bekerja ayah ga usah  bekerja dulu asal ayah sehat dah cukup kataku menghibur,ayahku memelukku dan berkata nakku kau sepertinya lebih dewasa dari ayah,ayah dah kuat jadi belajar yang baiklah ayah akan berjuang untuk klian berdua,aq dan ryan menyalam lalu pergi ke sekolah sejak itu ayah  dah ga pernah lagi mabuk dan
                Tahun ini aq lulus SD dan berhasil mendapat bea siswa untuk melanjut ke SMP kataku pada ayah pada sore itu,,ayah ku sangat senang dan memeluku,aq dan ryan mank dekat ama ayah sebab tak ada lagi ibu kami saling menguatkan agar tak ada kesedihan.aq senang karna tak terlalu menyusahkan ayah.aq berharap terus dapat bea siswa agar tidak merepotkan ayah karna biaya pengobatan ibu belumlah lunas smua,aq berharap aq dapat membantu ayah untuk mengumpulkan duit. Tapi ayah selalu bilang belajar yang baik aja sudah membantu ayah.
Pulang sekolah aq dan ryan punya banyak waktu untuk main..hingga suatu hari dikala ayah belum pulang kerja,aq ,ryan dan teman –teman ku yang lain pergi mencuri mangga di ujung jalan..karna sedikit berisik yang punya mangga mendengar  dan melempar kami pake batu,aq segera lari dan aq hamper lupa ama adekku ryan,aq balik lagi aq melihat ryan dalam ketakutan sementara teman-temanku dah pada lari smua,akhirnya hanya ada akku dan adekku yang tertangkap,aq kesal dan sangat malu.tak lama kemudian ayahku datang karna di kasih tau temanku,aq melihat mata ayahku merah menahan amarah yang sangat besar bercampur kesal.ayah minta maaf ama yang pnya mangga,dan kami segera pulang.sampai dirumah aq tak menyangka ayah begitu marah besar terhadap  aq,ia mengambil lidi dan mengikatnya beberapa batang dan memukul kaki dan badanku sampai berbekas,,ampun ayah,,jeritku saat itu,ayah makin menggila ryan sampai ketakutan,,dan menangis sambil berkata kakak-kakak,,,dan ryan akhirnya memelukku saat itu ayah ku baru berhenti memukulku dan pergi meninggalkan kami berdua.aq menatap ryan dan berkata knapa kau nangis ,,kakak sakit?? Ga  jawabkku,, bagaimana itu tak sakit kaki kk dah merah,aq coba menahan tangisku,aq memeluk adekku  sampai ketiduran.
                Saat itu  usiaku dah 14 tahun dan dah mulai pnya rasa sama lawan jenis,,jadi perasaanku sangt terpukul  dan  sangat malu..aq mendengar pintu rumah berbunyi berarti ayah dah pulang aq pura-pura tidur,sepertinya ayah lagi mengerjakan sesuatu di dapur,tak beberapa lama kemudian dia mendekatiku dan aq merasa sesuatu yang hangat di betisku,pelan-pelan ku buka mata,ternyata ayahkku lgi mengompres kakiku dengan air hangat,suara nya ku dengar setengah berbisik,maaf ya nakku ayah keterlaluan padamu,tak seharusnya ayah memukulmu,kau adalah anak gadisku yang paling manis mana bisa begini ayah terhadapmu,ayah khilaf,aq sesak menahan tangis takut terdengar ama ayah,tidurlah nak jangan sampai membekas di hatimu.
                Ayah  aq sangat sayang padamu,tapi aq tak bisa pungkiri  luka ini   juga membekas di hatiku  bisikku dalam hati,besok paginya aq terbangun rasa sakitku belum pulih tapi aq berusaha tegar di depan ayah,,aq tak mau ayah terlalu memikirkan aq,namun sejak itu juga komunikasiku sama  ayah dah berkurang.,,aq tetap belajar dengan baik aq berharap aq cepat menyelesaikan SMU, Dan cepat berangkat ke kota.ayah,,,aq ada acara perisahan sama teman aq mau ikut itupun klo ayah ngasih ijin dan ngasih uang saku padaku,kataku di suatu malam,bukannya ayah ngga mau ngasih tapi,,ya udah gga ikutpun taka pa aq memotong kata-kata ayahku,, aq tau ayah belum selesai ngomong,mungkin saja ayah tak punya uang pikirku tapi apapun alasan ayah tak begitu penting bagiku,itu hanya basa-basiku,aq mulai egois saat itu.besok paginya ayahku meletakkan beberapa lembar uang di atas meja sambil berkata pergilah,,,ntahlah aq tak lagi memikirkan perasaan ayahku lagi.

                Beberapa bulan kemudian aq minta diri untuk pergi kekota mencari pekerjaan,aq melihat kecemasan  di wajah ayahku,tenang saja aq aq bisa atasi masalah dan jaga diri.ayahku seperti sangat sedih melepas aq,namun ia tidak mengatakanya,karna takut aku akan kecewa dengan laranganya,tapi bagiku itu tidak apa-apa.ntahlah kadang-kadang aq masih teringat pukulan ayah padaku,aq hendak melupakanya namun tak bisa makanya aq ingin segerapergi jauh dari ayah,kelak aq kembali dari kota bekas ini akn hilang sendiri pikirku.
                Saat mengantarku,,aq sebenarnya ingin memeluk ayah tapi ntahlah,,aq hanya terdiam dan ayahpun sepertinya begitu.ryan jaga ayah baik-baik ya,kataku pada ryan,beberapa bulan aq di kota aq menemukan pekerjaan seperti yang ku harapkan.
Waktu berjalann begitu  cepat,,,,,,,,,,dan sudah  3  tahun aku  tak pernah pulang kampung.
Sally ada telpon,,,,,,,,,,,, yaya tunggu,aq menerima telpon  teman satu kamarku Rita.
Sally,ada apa rian
Rian: aku kangen ka
Sally; Koq cengeng banget hari ini kamu
Rian; Serius kak
Sally; Ne pasti  ada apa-apanya ne iyakan,atau  ayah yang nyuruh kamu
Rian: Gak kak  tapi kakak kpan pulang
Sally:Pasti pulang hanya belum tau aja(aq mendengar suaraku batuk-batuk)oh iya   dah dulu ya ,,,,,,,,,,(aq langsung menutup telpon)
                Seperti  itu slalu adekku rian merengek minta aku pulang,kangenlah  ,ayah sakitlah.salli kamu koq gitu sich kamu ga kangen ya sama ortu mu ,kangen sic tapi  mau ngumpulin duit dulu biar kaya,ucapku salalu pada rita.
Bberapa hari kemudian Rian nelpon lagi.Kak ayah sakit manggil-manggil namamu,Rian jangan bohong kataku,ga kak aku serius pulang ya kak kata adekku  seperti memohon,besok aku kirim duit aja ya bawa ayah berobat,bujukku,ga kak aku mau terima uang kaka klo kk ga mau pulang kata Rian menutup telpon .
                Aq bingung ,,tapi sebenarnya aku juga kangeen banget sama ayah,  tapi aku takut jika aku pulang rasa benci hadir lagi.
Aq ga bisa tidur memikirkanya,aku  seperti bermimpi melihat ayah di sisiku,ntah  aku berhalusinasi tapi aku  sekan melihat bayanganya .
Atas bujukan Rita akhirnya aku putuskan untuk pulang hari itu  juga,aq sgera menghubungi  atasan ku,meski tak  mendapat persetujuan dari atasan ku aku tetap pergi,kna marah urusan blakang pikirku.
                Slama perjalanan aku terbayang trus sama ayah ,ntahlah knapa tiba-tiba rasa kangenku makin menjadi pengen cepat nyampe di tujuan.sejam kemudian aq dah nyampe  di bandara,namun untuk menuju kekampung masih di butuhkan 5 jam perjalan lagi menggunakan mobil.sekitar jam 2 mobil kami pun berangkat menuju kampung ku,namun karna jalan macetdan kadang –kadang karna jalan rusak jadi nyampe sekitar jam  9 kurang.
Aq tergesa turun dan langsung menuju  arah rumahku,,,sedikit becek dan berlumpur mungkin lagi musim hujan,namun tak biasanya jalan sesepi ini  apalgi masih jam 9.
                Aku sedikt kaget ketika  sudah sampai depan rumahku,,karna ada beberapa orang sepertinya lagi berduka.dan mata mereka tertuju padaku,sambil berbisik yang sabar ya nak,,,,aku Cuma terdiam dan bingung.ada apa? Lalu aku melihat Rian dengan mata sembabnya keluar dari kamar dan memandangiku saja,,dan tidak ngomong sepatah katapun.aku berteriak mana  ayah,,,,,namun ia tetap diam,ibu-ibu tetangga mencoba memelukku dan berbisik sabar ya nak ayah dah pergi  mungkin dia dah bersama ibumu.aku berbisik tidak,,tidak,,tidak mana bisa ayah meninggalkanku sperti ini,ini tidak mungkin  ayah tidak setega ini paadaku kan,kataku.tenang ya nak  yang iklas smua orang pasti akan hari meninggal hanya menunggu waktunya saja hibur ibu yang memelukku,tapi aku harus ngomong sesuatu sama ayah,lalu aku terjatuh dan tak tau apa yang terjadi lagi.
                Aku terbangun ketika ada sbuah  cahaya  yang menyentuh wajahku seolah lagi membelai wjahku,dan ketika aku membuka mataku,yang ada hanya Rian yang lagi nungguin aku di tepi tempat tidur.lalu memelukku.mana ayah dek,,,,,,,,,kakak ayah dah di surga beberapa hari yang lalu ayah sakit dan kemarin subuh ayah menghembuskan nafass terakhirnya,kanapa ga bilang  sama kakak,aku menelpon kakak tapi ayah bilang jangan  bilang sesuatu yang mencemaskan kakakmu,aq baik-baik saja sudah biasa seperti ini.kata ayah aku juga ga nyangka ayah akan secepat ini pergi.
                Aku mengajak Rian kekuburan ayahku ,setelah aku melihat tulisan nama ayahku aku tersadar dan sangat menyesal,,,,,,,,,aku tidak sempat mengatakan pada ayah aku sangat mencintaimu,aku menyayangimu,aku rindu  pada ayah,dan aku tidak sempat bilang aku bangga pada ayah,,,aku sangat menyesal andai saja aku dapat mengulang waktu hanya sesaat  aku ingin memeluknya untuk yang terakhir,namun waktu ini  bukan lah hanya milikku smua ini salahku yang egois dan penyesalan slalu terjadi saat smua tidak bisa di kembalikan.

Maaf ibu aku tidak  menjalankan tugasku dengan baik ,bisikku,aku merasa jadi anak yang paling buruk dan paling parah,,,,air mataku kembali membasahipipiku
Rian menyelipkan sesuatu di tangan ku,sepucuk kertas yang di temukannya di saku ayah,,,,,,,,,,,maaf  ya anak-anakku ayah tak bisa menemani klian lagi,ayah dah cape ayah dah ga bisa jadi orang tua yang baik,sally ayah sangat menyayangimu,,,,,,,
Aku juga yahhh,,,,,,,,,,,,,bisikku
                senjapun tiba dan menunjukkan kemerah-merahnya ,,burung-burung bernyanyi kembali kesarangnya,smua menunjukkan keindahan namun tiada seindah  dulu ketika masih ada ayah,,,,,,,,teringat lagi saat-saat bersama ayah,,,,,,pada burung –burung aku berbisik dan ada angin ku sampaikan rasa rindukku
kelak kami kan ketemu di tempat lain,dan pada setiap bintang yang paling terang ku titip rindu pada ayah.

Pada pembaca aku berpesan tunjukkan lah  kasih mu pada saat   ini,ketika kamu masih bisa mengatakanya dan jangan menyimpannya hanya untukmu,karna kita tidak pernah tau hari esok,dan kemarin tidak akan pernah kembali,

Show your love,,,,,,,,,,,
because tomorrow not necessaryli yours





                                                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         by:sany luck