TITIP RINDU BUAT AYAH
Dulu waktu aq masih kecil aq sangat bahagia,bersama
ayah ibu dan adik kecilku,,,,,,,ayah sering bercerita di bawah pohon jambu yang
rindang di depan rumahku,pada musim berbuah aq dan adekku berlomba-lomba
menghabiskan paling banyak dan berahir padasakit perut,ibu sering marah-marah
padaku karna tidak menjaga adek dengan baik sebab adekku sering di gigit
serangga,dan adekku selalu membela aq karna ia senang main denganku,ayah hanya
tersenyum dari jendela ketika ibu mencubitku.namun aq sangat bahagia biarpun
seprti itu
Malam hari ibu membuatkan teh
untuk ayah dan mereka asyik mengobrol,aq
mengajari adekku membaca.begitulah selalu keluarga kecil yang aku
miliki,kebahagian yang tak pernah terukur.namun kebahagian itu tak berjalan
lama waktu seakan menempatkan kami pada peristiwa yang menyedihkan dan
kebahagian pun pelan-pelan mejauh.berawal dari ketika ibu sakit keras,,malam-malam kami membawanya ke
puskesmas yang tidak begitu jauh dari rumahku.aq tidak begitu tau penyakit
ibuku apa,namun aq melihat ibu sangat kesakitan dan wajahnya pucat sekali.ayah
sangat cemas berhari-hari ibu terbaring seakan tak bisa berbuat apa-apa,hanya
sesekali memanggil namaku,sally,,sally
suaranya melemah,iya bu ada
apa,bagaimana dengan adekmu Ryan sudah
makan,maaf ya nak ibu belum belum cukup kuat jadi kamu harus lebih repot
merawat adek.iya bu aq mengerti,ibu istirahat aja ga usah banyak mikir nanti
ibu makin lemah,ryan adekku kayaknya mendengar pembicaraan kami,ia datannng dan
memeluk mama dan memaksa untuk tiddur sama ibu.
Beberapa hari kemudian sakit ibu
ku makin parah,dan makin kurus aja,ayah pusing cari uang untuk biaya
berobat,hingga senja yang hangat katika
matahari dah mulai tenggelam,ibu memanggil namaku,adekku serta ayah,I bu ku
berkata ibu cape,,sally padamu ibu berharap banyak jaga adekmu baik-baik aq
merasa tak dapat lagi menjaganya.aq menangis tersedu-sedu mungkin ini saat-saat
terahir ibu.Ryan jangan nakal ya nakku
ibu akan pergi sangat lama dan sangat jauh jadi kau harus baik2,ibu apa
aq tak bisa ikut kata ryan seperti memohon,,ga nakku kamu harus melindungi ayah
agar tak sakit sprit ibu ya nakku,adekku seperti mengerti perkataan ibu ku ia
hanya menagis dan berkata aq akan
sanngat merindukan ibu,hmmmmmmmmkita asal kamu baik kita kelak akan ketemu,kata
ibuku menghibur,ayahku dari tadi hanya terpaku dan membisu.ayah maaf aq tak
bisa membesarkan anak-anak kita ,ayah harus janji akan lebih kuat lagi dan
berjuang untuk sally dan ryan kita,ayah hanya mengangguk….
Beberapa hari kami sangat berkabung setelah pemakaman ibu,aq
sangat khwatir denngankeadaan adekku,takut
ia kan bertanaya kapan ibu datang,sementara ayah ku sangat terpukul atas
kejadian ini dan aq bisa melihat kesedihan yang mendalam di matanya,ia sering
berdiri,baru duduk lagi berjalan mondar mandir,sampai suatu hari ia berteriak
keras kau kejam kau tinggaalkan kami,bukan kah aq dah bilang kamu ga boleh
pergi duluan.
Malam
berikutnya ia mabuk dan pulang kerumah tergopoh2 kami benar-benar rapuh setelah
kepergian ibu.pagi2 aq bangun masak serapan dan membuatkan secangkir kopi buat
ayah,yah bentar lagi sally berangkat kesekolah bareng adek,ayah jangan lupa
serapan klo ayah belum kuat bekerja ayah ga usah bekerja dulu asal ayah sehat dah cukup kataku
menghibur,ayahku memelukku dan berkata nakku kau sepertinya lebih dewasa dari
ayah,ayah dah kuat jadi belajar yang baiklah ayah akan berjuang untuk klian
berdua,aq dan ryan menyalam lalu pergi ke sekolah sejak itu ayah dah ga pernah lagi mabuk dan
Tahun ini aq lulus SD dan
berhasil mendapat bea siswa untuk melanjut ke SMP kataku pada ayah pada sore
itu,,ayah ku sangat senang dan memeluku,aq dan ryan mank dekat ama ayah sebab
tak ada lagi ibu kami saling menguatkan agar tak ada kesedihan.aq senang karna
tak terlalu menyusahkan ayah.aq berharap terus dapat bea siswa agar tidak
merepotkan ayah karna biaya pengobatan ibu belumlah lunas smua,aq berharap aq
dapat membantu ayah untuk mengumpulkan duit. Tapi ayah selalu bilang belajar
yang baik aja sudah membantu ayah.
Pulang
sekolah aq dan ryan punya banyak waktu untuk main..hingga suatu hari dikala
ayah belum pulang kerja,aq ,ryan dan teman –teman ku yang lain pergi mencuri
mangga di ujung jalan..karna sedikit berisik yang punya mangga mendengar dan melempar kami pake batu,aq segera lari
dan aq hamper lupa ama adekku ryan,aq balik lagi aq melihat ryan dalam
ketakutan sementara teman-temanku dah pada lari smua,akhirnya hanya ada akku
dan adekku yang tertangkap,aq kesal dan sangat malu.tak lama kemudian ayahku
datang karna di kasih tau temanku,aq melihat mata ayahku merah menahan amarah
yang sangat besar bercampur kesal.ayah minta maaf ama yang pnya mangga,dan kami
segera pulang.sampai dirumah aq tak menyangka ayah begitu marah besar
terhadap aq,ia mengambil lidi dan
mengikatnya beberapa batang dan memukul kaki dan badanku sampai berbekas,,ampun
ayah,,jeritku saat itu,ayah makin menggila ryan sampai ketakutan,,dan menangis
sambil berkata kakak-kakak,,,dan ryan akhirnya memelukku saat itu ayah ku baru
berhenti memukulku dan pergi meninggalkan kami berdua.aq menatap ryan dan
berkata knapa kau nangis ,,kakak sakit?? Ga
jawabkku,, bagaimana itu tak sakit kaki kk dah merah,aq coba menahan tangisku,aq
memeluk adekku sampai ketiduran.
Saat itu usiaku dah 14 tahun dan dah mulai pnya rasa
sama lawan jenis,,jadi perasaanku sangt terpukul dan
sangat malu..aq mendengar pintu rumah berbunyi berarti ayah dah pulang
aq pura-pura tidur,sepertinya ayah lagi mengerjakan sesuatu di dapur,tak
beberapa lama kemudian dia mendekatiku dan aq merasa sesuatu yang hangat di
betisku,pelan-pelan ku buka mata,ternyata ayahkku lgi mengompres kakiku dengan
air hangat,suara nya ku dengar setengah berbisik,maaf ya nakku ayah keterlaluan
padamu,tak seharusnya ayah memukulmu,kau adalah anak gadisku yang paling manis
mana bisa begini ayah terhadapmu,ayah khilaf,aq sesak menahan tangis takut
terdengar ama ayah,tidurlah nak jangan sampai membekas di hatimu.
Ayah aq sangat sayang padamu,tapi aq tak bisa
pungkiri luka ini juga membekas di hatiku bisikku dalam hati,besok paginya aq terbangun
rasa sakitku belum pulih tapi aq berusaha tegar di depan ayah,,aq tak mau ayah
terlalu memikirkan aq,namun sejak itu juga komunikasiku sama ayah dah berkurang.,,aq tetap belajar dengan
baik aq berharap aq cepat menyelesaikan SMU, Dan cepat berangkat ke
kota.ayah,,,aq ada acara perisahan sama teman aq mau ikut itupun klo ayah
ngasih ijin dan ngasih uang saku padaku,kataku di suatu malam,bukannya ayah
ngga mau ngasih tapi,,ya udah gga ikutpun taka pa aq memotong kata-kata
ayahku,, aq tau ayah belum selesai ngomong,mungkin saja ayah tak punya uang
pikirku tapi apapun alasan ayah tak begitu penting bagiku,itu hanya
basa-basiku,aq mulai egois saat itu.besok paginya ayahku meletakkan beberapa
lembar uang di atas meja sambil berkata pergilah,,,ntahlah aq tak lagi
memikirkan perasaan ayahku lagi.
Beberapa bulan kemudian aq minta
diri untuk pergi kekota mencari pekerjaan,aq melihat kecemasan di wajah ayahku,tenang saja aq aq bisa atasi
masalah dan jaga diri.ayahku seperti sangat sedih melepas aq,namun ia tidak
mengatakanya,karna takut aku akan kecewa dengan laranganya,tapi bagiku itu
tidak apa-apa.ntahlah kadang-kadang aq masih teringat pukulan ayah padaku,aq
hendak melupakanya namun tak bisa makanya aq ingin segerapergi jauh dari
ayah,kelak aq kembali dari kota bekas ini akn hilang sendiri pikirku.
Saat mengantarku,,aq sebenarnya ingin memeluk ayah tapi
ntahlah,,aq hanya terdiam dan ayahpun sepertinya begitu.ryan jaga ayah
baik-baik ya,kataku pada ryan,beberapa bulan aq di kota aq menemukan pekerjaan
seperti yang ku harapkan.
Waktu berjalann begitu cepat,,,,,,,,,,dan sudah 3
tahun aku tak pernah pulang
kampung.
Sally ada
telpon,,,,,,,,,,,, yaya tunggu,aq menerima telpon teman satu kamarku Rita.
Sally,ada apa rian
Rian: aku kangen ka
Sally; Koq cengeng banget
hari ini kamu
Rian; Serius kak
Sally; Ne pasti ada apa-apanya ne iyakan,atau ayah yang nyuruh kamu
Rian: Gak kak tapi kakak kpan pulang
Sally:Pasti pulang hanya
belum tau aja(aq mendengar suaraku batuk-batuk)oh iya dah dulu ya ,,,,,,,,,,(aq langsung menutup
telpon)
Seperti itu
slalu adekku rian merengek minta aku pulang,kangenlah ,ayah sakitlah.salli kamu koq gitu sich kamu
ga kangen ya sama ortu mu ,kangen sic tapi
mau ngumpulin duit dulu biar kaya,ucapku salalu pada rita.
Bberapa hari kemudian Rian
nelpon lagi.Kak ayah sakit manggil-manggil namamu,Rian jangan bohong kataku,ga
kak aku serius pulang ya kak kata adekku
seperti memohon,besok aku kirim duit aja ya bawa ayah berobat,bujukku,ga
kak aku mau terima uang kaka klo kk ga mau pulang kata Rian menutup telpon .
Aq bingung ,,tapi sebenarnya aku juga kangeen banget
sama ayah, tapi aku takut jika aku
pulang rasa benci hadir lagi.
Aq ga bisa tidur
memikirkanya,aku seperti bermimpi melihat
ayah di sisiku,ntah aku berhalusinasi
tapi aku sekan melihat bayanganya .
Atas bujukan Rita akhirnya
aku putuskan untuk pulang hari itu
juga,aq sgera menghubungi atasan
ku,meski tak mendapat persetujuan dari
atasan ku aku tetap pergi,kna marah urusan blakang pikirku.
Slama perjalanan aku terbayang trus sama ayah
,ntahlah knapa tiba-tiba rasa kangenku makin menjadi pengen cepat nyampe di
tujuan.sejam kemudian aq dah nyampe di
bandara,namun untuk menuju kekampung masih di butuhkan 5 jam perjalan lagi
menggunakan mobil.sekitar jam 2 mobil kami pun berangkat menuju kampung
ku,namun karna jalan macetdan kadang –kadang karna jalan rusak jadi nyampe sekitar
jam 9 kurang.
Aq tergesa turun dan
langsung menuju arah rumahku,,,sedikit
becek dan berlumpur mungkin lagi musim hujan,namun tak biasanya jalan sesepi
ini apalgi masih jam 9.
Aku sedikt kaget ketika sudah sampai depan rumahku,,karna ada beberapa
orang sepertinya lagi berduka.dan mata mereka tertuju padaku,sambil berbisik
yang sabar ya nak,,,,aku Cuma terdiam dan bingung.ada apa? Lalu aku melihat
Rian dengan mata sembabnya keluar dari kamar dan memandangiku saja,,dan tidak
ngomong sepatah katapun.aku berteriak mana
ayah,,,,,namun ia tetap diam,ibu-ibu tetangga mencoba memelukku dan
berbisik sabar ya nak ayah dah pergi
mungkin dia dah bersama ibumu.aku berbisik tidak,,tidak,,tidak mana bisa
ayah meninggalkanku sperti ini,ini tidak mungkin ayah tidak setega ini paadaku
kan,kataku.tenang ya nak yang iklas smua
orang pasti akan hari meninggal hanya menunggu waktunya saja hibur ibu yang
memelukku,tapi aku harus ngomong sesuatu sama ayah,lalu aku terjatuh dan tak
tau apa yang terjadi lagi.
Aku terbangun ketika ada sbuah cahaya
yang menyentuh wajahku seolah lagi membelai wjahku,dan ketika aku
membuka mataku,yang ada hanya Rian yang lagi nungguin aku di tepi tempat
tidur.lalu memelukku.mana ayah dek,,,,,,,,,kakak ayah dah di surga beberapa
hari yang lalu ayah sakit dan kemarin subuh ayah menghembuskan nafass
terakhirnya,kanapa ga bilang sama
kakak,aku menelpon kakak tapi ayah bilang jangan bilang sesuatu yang mencemaskan kakakmu,aq
baik-baik saja sudah biasa seperti ini.kata ayah aku juga ga nyangka ayah akan
secepat ini pergi.
Aku mengajak Rian kekuburan ayahku ,setelah aku
melihat tulisan nama ayahku aku tersadar dan sangat menyesal,,,,,,,,,aku tidak
sempat mengatakan pada ayah aku sangat mencintaimu,aku menyayangimu,aku
rindu pada ayah,dan aku tidak sempat
bilang aku bangga pada ayah,,,aku sangat menyesal andai saja aku dapat
mengulang waktu hanya sesaat aku ingin
memeluknya untuk yang terakhir,namun waktu ini
bukan lah hanya milikku smua ini salahku yang egois dan penyesalan slalu
terjadi saat smua tidak bisa di kembalikan.
Maaf
ibu aku tidak menjalankan tugasku dengan
baik ,bisikku,aku merasa jadi anak yang paling buruk dan paling parah,,,,air
mataku kembali membasahipipiku
Rian menyelipkan sesuatu di
tangan ku,sepucuk kertas yang di temukannya di saku ayah,,,,,,,,,,,maaf ya anak-anakku ayah tak bisa menemani klian
lagi,ayah dah cape ayah dah ga bisa jadi orang tua yang baik,sally ayah sangat
menyayangimu,,,,,,,
Aku juga
yahhh,,,,,,,,,,,,,bisikku
senjapun tiba dan menunjukkan kemerah-merahnya
,,burung-burung bernyanyi kembali kesarangnya,smua menunjukkan keindahan namun
tiada seindah dulu ketika masih ada
ayah,,,,,,,,teringat lagi saat-saat bersama ayah,,,,,,pada burung –burung aku
berbisik dan ada angin ku sampaikan rasa rindukku
kelak kami kan ketemu di
tempat lain,dan pada setiap bintang yang paling terang ku titip rindu pada
ayah.
Pada
pembaca aku berpesan tunjukkan lah kasih
mu pada saat ini,ketika kamu masih bisa
mengatakanya dan jangan menyimpannya hanya untukmu,karna kita tidak pernah tau
hari esok,dan kemarin tidak akan pernah kembali,
Show
your love,,,,,,,,,,,
because tomorrow not necessaryli yours
by:sany luck
Tidak ada komentar:
Posting Komentar